image

Toyota Agya adalah mobil LCGC (Low Cost Green Car) yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia diajang Indonesia International Motor Show (IIMS) pada tahun 2012. Tepat pada tanggal 9 September 2013 Toyota Agya resmi dijual di tanah air. Sebagai kendaraan LCGC maka mobil Toyota Agya wajib menenuhi standarisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Apa sebetulnya mobil LCGC dan apa saja ketentuannya?

Low cost green car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan adalah aturan yang ditunjukkan kepada industri alat transportasi (otomotif) untuk mengatur kebijakan mengenai mobil murah dan ramah lingkungan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau. Peraturan Menteri ini merupakan turunan dari program mobil emisi karbon rendah atau low emission carbon (LEC) yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Industri otomotif yang ingin memproduksi mobil LCGC harus memenuhi berbagai ketentuan, diantaranya :

Konsumsi bahan bakar kendaraan. Ketentuannya ditetapkan untuk motor bakar cetus api kapasitas isi silinder 980-1200 cc dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) paling sedikit 20 km/liter atau bahan bakar lain yang setara, dan untuk motor bakar nyala kompresi (diesel) kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc dengan konsumsi BBM paling sedikit 20 km/liter atau bahan bakar lain yang setara. Ketentuan jenis BBM, juga harus memenuhi spesifikasi minimal Research Octane Number (RON) 92 untuk motor bakar cetus api dan Cetane Number (CN) 51 untuk diesel.
Radius putar (turning radius) dan jarak terendah dari permukaan tanah (ground clearance) diatur dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan Permenperin tersebut.
Ketentuan penggunaan tambahan merek, model, dan logo yang mencerminkan Indonesia, serta mengatur besaran harga jual mobil LCGC paling tinggi Rp. 95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek.
Setiap ATPM wajib memberikan hasil uji konsumsi bahan bakar, uji ketentuan teknis, bukti visual penggunaan tambahan merek Indonesia, termasuk model dan logo yang mencerminkan Indonesia.
Setiap perusahaan wajib memberikan data dan bukti realisasi investasi, manufaktur motor penggerak (mesin), transmisi, dan axle, termasuk rencana menggunakan komponen lain dari pasokan lokal
Pemberian surat pernyataan bermaterai berisi harga jual produk LCGC ke konsumen sesuai ketentuan yang berlaku.
Seluruh ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan sebelumnya wajib lolos verifikasi oleh lembaga independen Surveyor.
Sejak diluncurkan hingga kini Toyota Agya terakhir dilakukan penyergaran pada tahun 2014 dengan beberapa bahan antara lain :

Penambahan wiper pada kaca belakag untuk tipe G dan TRD S
Pada tipe E penyegaran terjadi pada ombinasi meter sama seperti tipe G dengan kelengkapan yaitu Tachometer, Eco Indicator dan Multi Information Display
Penambahan speaker pada pintu kanan dan kiri untuktipe G dan TRD S sehingga total menjadi 4 speaker
Warna merah ditambahkan sementara warna Light Blue dihilangkan
Sampai saat ini Toyota Agya terdiri atas 3 tipe yaitu Tipe E, G dan tipe TRD S
image

Sejarah Lahirnya Toyota Agya